PENGUAT PROFIL PANCASILA (PAMERAN PROYEK 3)

SMA PKP DKI Jakarta, sebagai salah satu sekolah swasta yang menerapkan sistem pembelajaran sekolah penggerak yang digagas oleh Kemendikbudristek, Bapak Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A. Sekolah penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi dan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru). Sekolah penggerak menggunakan kurikulum merdeka yakni pengembangan dan penerapan dari kurikulum darurat yang diluncurkan untuk merespon dampak dari pandemi Covid-19. Sebelum menjadi kurikulum merdeka, kurikulum ini bernama kurikulum prototipe.

Kurikulum merdeka ini hakikatnya berfokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru, namun menciptakan rasa menyenangkan oleh peserta didik. Salah satu bagian dalam sekolah penggerak yakni kegiatan proyek. Kegiatan proyek dalam satu tahun, yang terdiri dari dua semester, masing-masing semester melaksanakan kegiatan proyek sebanyak dua kali. Dalam praktik kegiatan proyek SMA PKP DKI Jakarta dilaksanakan pada angkatan tahun ajaran 2021-2022, angkatan pertama yang menerapkan sekolah penggerak telah menyelesaikan proyek pembelajaran dari yang pertama sampai ketiga.

Proyek yang diterapkan dalam kurikulum penggerak di SMA PKP DKI Jakarta berbeda-beda. Pertama kali dilaksanakan proyek pada bulan Agustus-September kegiatan ini dikerjakan secara berkelompok terdiri dari 4-5 orang dengan diberikan kebebasan memilih salah satu tema dari dua tema yaitu, ‘bangunlah jiwanya bangunlah raganya’ penugasannya berupa membuat artikel ilmiah dan tema kedua ‘kearifan lokal’ penugasannya berupa membuat infografis. Proyek kedua dilanjutkan pada bulan Oktober-November dilakukan dengan membagi kelompok dengan jumlah 4-5 orang. Pada proyek kedua diberikan satu tema dengan tiga topik pilihan yakni, tema ‘gaya hidup berkelanjutan’. Topik pertama ‘mengubah limbah menjadi berkah’, kedua ‘pengolahan sampah organik menjadi pupuk ramah lingkungan dan ekonomis’, dan ketiga ‘budidaya tanaman apotek hidup di rumah’ pada pilihan tersebut masing-masing kelompok memilih satu topik untuk dikerjakan sebagai penugasannya.

Serta proyek yang telah diselesaikan terakhir yakni proyek ketiga yang dilaksanakan pada bulan Februari-Maret, proyek ketiga memiliki tema ‘berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI’. Dalam pelaksanaan proyek ini kelas membagi 2 kelompok besar. Dan penugasannya memiliki dua hasil yaitu, membuat produk teknologi tepat guna dan film dokumenter. Peserta didik dalam melaksanakan proyek selalu didampingi oleh guru pembimbing juga wali kelas dalam memonitoring berjalannya proyek. Pada kegiatan proyek ketiga hasil peserta didik tidak hanya dinilai oleh pembimbing namun juga kali ini melibatkan unit SMK sebagai penilai pada bidang teknologi tepat guna sesuai dengan tema yang diambil. Diharapkanya dengan adanya proyek peserta didik bisa mengeksplorasi, mengembangkan, menggali bakat, potensi, juga belajar berkoordinasi, kekola, dan komunikasi dalam kelompok. Hasil juga proses proyek diapresiasi dalam pelaksanaanya, untuk kali ini teknologi terbaik mendapat apresiasi dari sekolah sebagai pemacu semangat dalam berinovasi.

 

About SMA PKP JIS

Leave a Reply

Your email address will not be published.